Ombudsman RI Minta Pemkot Isi Jabatan OPD yg Kosong

Ombudsman RI Minta Pemkot  Isi Jabatan OPD yg Kosong

Bandar Lampung, Patriot News - Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung segera mengisi jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih kosong, agar pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal.

Menurut catatan , beberapa jabatan yang masih dijabat oleh pelaksana tugas kepala dinas/kepala badan adalah, Kepala Disdukcapil Febriana yang merangkap jabatan sebagai Plt Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD).

Kemudian, Kepala Satuan Pol PP Kota Bandarlampung Ahmad Nurizki Erwandi yang merangkap sebagai Plt Kabag Protokol.

Kemudian beberapa dinas yang masih dijabat oleh Plt adalah Kepala Dinas Kominfotik Andi, Plt Kepala Dinas Kesehatan Desti Megaputri, Plt Kepala Dinas PPPA Maryamah,  Plt Kepala Dinas Sosial Aklim  Suhadi, Plt Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Yusnadi Ferianto dan Plt Kepala Dinas Perpustakaan yang dijabat M. Yusuf.

“Apa tidak ada yang mampu, sehingga harus Plt, “ kata Nur Rahman.

Ketua Ombudsman Provinsi Lampung  mengharapkan Pemkot Bandarlampung sesegera mungkin  segera mengisi jabatan dengan pejabat yang definitif untuk  mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat.

"Jabatan kepala dinas harus segera terisi, karena nanti akan berdampak pada pelayanan publik yang tak maksimal," tegasnya.

 

Terlebih, kata dia lagi, kekosongan kepala OPD tersebut membuat sebagian pejabat di Pemkot Bandarlampung harus merangkap jabatan sebagai pelaksana tugas (plt).

 

Menurut catatan redaksi, jabatan lainnya yang masih dijabat oleh Pj dan Plt di Kota Bandarlampung Sekda Kota Bandarlampung sejak ditinggalkan Badri Tamam juga masih dijabat oleh Pj. Kemudian jabatan Direktur Utama Perumda Way Rilau juga masih dijabat oleh Plt.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bandarlampung Herliwaty mengatakan, pemerintah setempat sedang merencanakan seleksi untuk pengisian jabatan kepala OPD yang masih kosong.

"Akhir Januari kami akan membuka seleksi terbuka untuk pengisian jabatan-jabatan itu," kata dia.

Ia mengatakan bahwa seleksi akan dilakukan langsung oleh panitia yang melibatkan akademisi untuk mendapatkan hasil yang objektif untuk mengisi jabatan yang kosong tersebut. (Ant/*)