Keberadaan Ambulan di Tugu Adipura Mulai Dikritisi

Keberadaan Ambulan di  Tugu Adipura Mulai Dikritisi

Bandar Lampung, Patriot News -- Keberadaan belasan mobil ambulan yang bertahun-tahun ini diparkirkan  di Tugu Adipura Bandarlampung mulai mendapatkan tanggapan dari masyarakat.

Sejumlah warga menilai parkirnya kendaraan ambulan 24 jam di pusat kota tersebut merusak pemandangan. Karena, kawasan itu bukan hanya milik partai tertentu saja.

Akademisi Mirwan Karim berpendapat, keberadaan mobil ambulan itu untuk membantu masyarakat, bukan untuk show. “Keberadaan mobil ambulan untuk melayani kepentingan masyarakat, bukan untuk dipamerkan,” kata Mirwan yang juga mantan Ketua Organda Kota Bandarlampung ini.

Jika ambulan itu milik atau aset pemerintah, maka sangat sayang kalau harus dijemur berhari-hari di tempat terbuka, kehujanan dan kepanasan yang dapat menyebabkan kerusakan. “Kenapa tidak ditempatkan di garasi saja,” tambahnya.

Menurutnya,  di daerah lain, tidak ada pemandangan seperti itu. "Serahkan ke kecamatan-kecamatan agar masyarakat yang membutuhkan menghubungi daerahnya masing-masing," ujarnya. 

Mantan wartawan ini juga yakin, masyarakat tahu Pemkot Bandarlampung peduli, tetapi harus diatur manajemennya agar tak mengganggu arus lalu lintas dan pemandangan kawasan Kota Bandarlampung.

Hal senada juga dikemukakan politisi senior Nerozely Koenang yang mengaku perih matanya setiap melihat mobil ambulan yang parkir 24 jam di Tugu Adipura 24 jam itu.

"Gak usah semualah dipamerin, tak terpakai juga sekaligus, cukup penanda saja, dua tiga mobil berikut satu tenda kecil buat pos pelayanan publik, yang lain diparkir di tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari," kata Nero Koenang yang juga Ketua Ormas Laskar Lampung ini sebagaimana dikutip Poskota.

Menurutnya, kawasan Tugu Adipura itu merupakan,  kawasan milik publik/ umum, bukan milik partai tertentu saja. "Jangan-jangan, numpuknya mobil ambulan itu untuk menunjukkan kepedulian Pemkot, sekaligus kampanye," tutupnya.(*)