KPU Lampung Gandeng Influenser

KPU Lampung  Gandeng Influenser

Bandarlampung, Patriot News – Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung akan menggandeng influenser.

“Salah satu upaya meningkatkan partisipasi pemilih adalah menggandeng influenser. Karena mereka memiliki banyak pengikut di jejaring media sosial," kata Anggota KPU Lampung Antonius Cahyalana, di Bandarlampung, Minggu.

Menurut Anton, Influenser  memiliki ribuan pengikut, sehingga dapat kita jadikan agen demokrasi untuk menyebarluaskan konten-konten kepemiluan.

“Melalui kerja sama dengan sejumlah influenser,  maka diharapkan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat terutama kaum muda dapat tersampaikan,” tambahnya.

Antonius meyakini dengan pengikut mencapai ratusan ribu, maka pesan-pesan pemilu akan sampai ke masyarakat juga akan mencapai ratusan ribu pula. “Kalau pengikutnya ratusan ribu, tentu sosialisasi pendidikan pemilu akan menyasar minimal ribuan orang," kata dia.

Berdasarkan sejumlah lembaga survei, pada Pemilu 2024 sekitar 50 persen adalah pemilih pemula baik kaum milenial maupun Gen-Z,  Hal ini menjadi tantangan bagi penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU.
Antonius menilai, anak muda adalah orang yang melek informasi. “Karena itu, KPU berupaya melakukan pendidikan pemilih atau sosialisasi dengan memanfaatkan teknologi informasi,” jelasnya.

Dikatakan,  KPU sudah buat kanal-kanal media sosial (medsos). Bahkan KPU kabupaten dan kota hingga tenaga adhoc diminta untuk memiliki medsos minimal ada tiga sampai empat akun medsos. “Ini akan menjadi sarana komunikasi dan informasi bagi KPU kepada Gen-Z dan milenial," katanya lagi.

Namun demikian, kata Antonius, metode secara konvensional tetap dilakukan oleh KPU, seperti melaksanakan seminar, workshop ataupun kunjungan-kunjungan ke sekolah-sekolah menengah serta perguruan tinggi di daerah ini.

"Tentunya ini sasarannya komunitas secara langsung baik itu basis pemuda, keluarga kelompok rentan seperti difabel dan lainnya termasuk dalam 11 basis komunitas yang jadi sasaran kami," kata dia pula. (*)