Mahasiswa Universitas Saburai Akan KKN di Lampung Selatan

Mahasiswa Universitas Saburai Akan KKN di Lampung Selatan

Bandar Lampung, Patriot News - Mahasiswa Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) Lampung akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Juni 2025 mendatang.

 

Rektor Universitas Saburai Dr. Sodirin, SE, MM menjelaskan, pada tahun 2025 ini mahasiswanya akan melaksanakan KKN di 10 desa yang ada di Kabupaten Lampung Selatan. Ke-10 desa tersebut adalah Bumisari, Rejomulyo, Bumidaya, Taman Baru, Way Kalam, Munjuk, Merak Belantung, Maja, Canti, dan Desa Molyo Sari.

 

Jumlah mahasiswa yang akan diturunkan sebanyak 200 orang lebih. “Jumlah tersebut akan bertambah pada saat mendekati waktu pelaksanaan,” ujarnya.

 

Para mahasiswa yang akan melakukan KKN tersebut melibatkan 35 orang panitia serta 20 dosen pembimbing lapangan (DPL).

 

Sodirin mengatakan, para pahasiswa yang akan melaksanakan KKN tersebut saat ini sedang mengikuti pembekalan sebagai pengetahuan  tambahan mahasiswa yang akan terjun ke masyarakat.

 

Dijelaskan, KKN merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang bertujuan tidak hanya untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah,” jelasnya.

 

Mahasiswa yang akan KKN tersebut terdiri dari beberapa fakultas yang ada di Universitas Saburai. Fakultas Hukum (FH), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol).

 

Sodirin menambahkan, peserta KKN akan menerapkan ilmu pengetahuan yang diperolehnya di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing.

 

Rektor Sodirin juga mengatakan akan mendiseminasikan ilmu pengetahuan dan teknologi (Ipteks) yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa kepada masyarakat, termasuk kelompok masyarakat (Pokmas), pemerintah daerah, UMKM, dan industri.

 

“Program ini juga menjadi media sosialisasi dan promosi Universitas Saburai kepada masyarakat luas,” tambahnya.

 

Rektor Sodirin menjelaskan, pelaksanaan KKN Tahun 2025 memiliki tiga sasaran utama, yaitu mahasiswa, masyarakat, dan perguruan tinggi. 

 

Bagi mahasiswa, KKN memberikan kesempatan untuk memahami pola pikir dan cara kerja lintas disiplin ilmu, menerapkan hasil pendidikan dan penelitian dalam pembangunan desa, serta mengasah kemampuan analisis dalam menyelesaikan permasalahan sosial. 

 

Mahasiswa juga diharapkan dapat membentuk sikap cinta dan kepedulian terhadap lingkungan sosial serta mendapatkan pengalaman sebagai inovator dan motivator dalam pembangunan masyarakat.

 

Sedangkan bagi masyarakat, KKN memberikan manfaat, berupa bantuan pemikiran dan tenaga dalam perencanaan pembangunan desa, meningkatkan kemampuan berpikir dan bertindak dalam menghadapi permasalahan sosial, serta membawa inovasi dalam pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menciptakan kader-kader pemberdayaan masyarakat yang lebih maju.

 

Bagi perguruan tinggi, KKN berfungsi sebagai sarana mendapatkan umpan balik yang dapat digunakan untuk mengembangkan kurikulum agar lebih sesuai dengan kondisi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini membuka peluang kerja sama dengan instansi pemerintah dan lembaga lainnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

 

“Kami berharap ilmu yang dihasilkan dari kegiatan ini dapat lebih aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” tambah Dr. Sodirin.

 

Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, Universitas Saburai optimis bahwa KKN 2025 dapat berjalan sukses dan memberikan dampak yang signifikan bagi mahasiswa, masyarakat, serta dunia pendidikan. (ab)