DPR RI ‘Fitt and Proper Test’ 13 Calon Dubes

DPR RI  ‘Fitt and Proper Test’  13 Calon Dubes

Jakarta, Patriot News- Komisi I DPR telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap 13 calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Duta Besar LBBP) RI untuk negara sahabat.

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengatakan hasil dari uji kelayakan ini bersifat rahasia.
"Hasilnya itu, sesuai undang-undang, bersifat rahasia. Jadi saya kalau ngomong nanti melanggar undang-undang. Tapi intinya, Komisi I sudah menjalankan fit and proper test terhadap 13 calon dengan dibagi 3 sesi dan sudah dijalankan dengan lancar," kata Meutya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (1/2).

Mantan presenter televisi swasta nasional ini mengatakan, pihaknya segera bersurat ke pimpinan DPR terkait hasil proses uji kelayakan tersebut. Hasil pembahasan yang dilaporkan ke pimpinan DPR, menurut Meutya, dilakukan secara rahasia.

"Komisi I akan segera bersurat ke pimpinan DPR yang nanti akan mengirim surat kepada Presiden dengan sifat tertutup dan rahasia," ujarnya.

Meutya menambahkan, hampir seluruh calon dubes berasal dari jenjang diplomat karier. “Jadi tidak ada masalah dari rekam jejak atau track record para calon dubes.


"Ini kan rata-rata hampir seluruhnya memang karier, ya. Jadi kita sudah tau track record-nya, kita sudah kenal penempatan wilayahnya. Kita rasa tidak terlalu ada masalah. Tapi sekali lagi keputusan resminya itu nanti akan kita sampaikan dengan sifat tertutup. Dari saya cuma bisa bicara itu sejauh ini," pungkasnya.

Adapun ke-13 calon dubes RI yang sudah menjalani uji kelayakan di Komisi I DPR RI sebagai berikut:

1. Acmad Rizal Purnama untuk Turki
2. I Gede Ngurah Swajaya untuk Konfederasi Swiss
3. Grata Endah Wedaningsih untuk Laos
4. Saud Purwanto Krisnawan untuk Afrika Selatan
5. Santo Darmo Susanto untuk Kamboja
6. Acmad Ubaedillah untuk Brunei Darussalam
7. Sulaiman untuk Argentina
8. Arief Basalamah untuk Ukraina
9. Ricky Suhendar untuk Peru
10. Meidyatama Suryadiningrat untuk Romania
11. Trias Kuncahyono untuk Vatikan
12. Teuku Faizasyah untuk Kerajaan Norwegia
13. Dupito Simamora untuk Fiji (*)